Ada aku di sudut senyummu, Tuan? Aku cuma menerka.
Adakah aku yang jadi alasanmu tertawa kala itu, Tuan? Aku cuma ingin tau.
Ada aku di hatimu, Tuan? Aku cuma bertanya. Tak usah salah tingkah.
Kata-kata yang kau lontarkan bersama candaanmu tak jarang buatku bertanya ada apa sebenarnya? apa yang kau sembunyikan?
Aku buntu.
Tentang rasamu yang mungkin kau tahan disudut hatimu. Mungkin.
Kau telah menyimpannya cukup lama bukan? Berapa hari? Berapa musim?
Siapa yang menjadi saksinya? Adakah yang tau?
Apa yang menjadi saksinya? Hari-harimu? Atau kursi laboratorium kampus yang pernah kita duduki siang itu untuk berbicara saat kau datang dan menyapaku kemudian kutinggal pergi ? Atau tugas akhirmu yang sekarang bertengger manis di rak bukuku? Sudah berapa lama? Aku tidak tau, aku cuma bertanya.
Kau tidak mau menjawabnya. Malah memintaku menunggumu ..
Minggu. 27/10
Bagus banget jeng...
BalasHapusSedalam perasaannya mungkin :)
Hehehe marai isin Din :P
Hapus